Pengalaman Pertama Naik Pesawat (Part1)


Merpati Airlines

Merpati Airlines

Pernakah naik pesawat menjadi bagian mimpi anda? Kalau saya iya. Memimpikan ketika dulu di TVRI ada kuis apa gitu (sudah lupa ​​hehe). Kalo ga salah hadiahnya  jalan2 gratis dengan pesawat merpati airlines. Entah tahun berapa kuis itu pernah diadakan. Yang jelas waktu SD kelas satu saya masih sempat menontonnya. Dulu saya dan mas saya selalu terkesima iri melihat peserta kuis mendapatkan hadiah itu. Mata saya tak berkedip ketika si presenter mengumumkan hadiahnya kepada pemenang kuis tersebut. Terdengar Indah di telinga. Kira-kira Seperti apa yah rasanya terbang mengangkasa?? Bagaimana yah kalo pesawat tersebut ditabrak awan-awan putih? Begitulah pikiran-pikiran yang kerap muncul di benak saya waktu itu.

Ketika saya bertandang ke rumah eyang di mojokerto, tak sengaja saya melihat foto ayah saya yang berdiri di sebuah perkebunan. Di belakang fotonya terdapat tulisan Banjarmasin tahun 1981. Setelah kutanyakan pada eyang masalah foto ini, ternyata ayah saya sebelum menjadi PNS, pernah bekerja di perkebunan di pulau kalimantan. Dan menuju ke banjarmasin, ayah saya selalu naik pesawat.  Jadi, diantara keluarga saya, yang belum tahu rasanya naik pesawat yah cuma saya, mas dan mama. Ketika saya utarakan keinginan saya untuk naik pesawat kepada ayah, malah ayah saya jawab “Jadi orang pinter, nanti bisa naik pesawat sendiri. Kamu kira naik pesawat murah apa?”.

Ah selalu dengan kalimat itu. Andai saja ayah saya seorang menteri atau presiden, pasti keinginan saya selalu dikabulkan saat itu juga.

12 tahun kemudian, akhirnya mimpi naik pesawat tersampaikan juga. Waktu itu saya diterima Kuliah di STAN balikpapan program diploma satu. Padahal waktu itu saya lagi sedang menjalani ospek di kampus ITS. Ketika saya telepon mama bahwa saya diterima di Balikpapan, dia kaget.

“Lho kok bisa jauh sampai ke balikpapan. Kamu waktu ikut tes USM STAN nya gimana? Kamu ikut tes di malang kok bisa diterima di balikpapan sih

“Gak tau nih ma”

“Trus kamu mau ambil yang mana? Mau tetep di ITS atau ambil kuliah di STAN”

“Bingung ma.

Sekelebat dalam benak saya bermunculan mimpi-mimpi masa kecil saya. Cuplikan film dokumenter anak seribu pulau yang mengambil setting di negeri seribu sungai kalimantan begitu liar menggoda. Jujur saja setelah lihat tayangan itu, saya pengen sekali terdampar di bumi kalimantan. Merasakan indahnya naik perahu di sungai-sungai, bermain di tengah hutan dan bercengkerama bebas dengan alam. What a wonderful world. Tak hanya bayangan itu yang muncul dalam pikiran saya. Cuplikan kuis berhadiah jalan-jalan dengan merpati airlines pun meracuni otak saya. Cuplikan yang menurut saya sangat menggugah saya untuk mengambil keputusan.

“Sepertinya adek mau ambil di STAN aja deh ma. Meski harus jauh ke balikpapan. Itung-itung cari pengalaman”

“Woiii, ke balikpapan cari ilmu. Jangan sampe salah. Ntar malah kamu main2 disana”

“Sip ma”

Segera setelah berbincang dengan mama di sebuah wartel dekat kampus ITS pas selesai ospek sore harinya, saya menuju rumah teman saya yang kebetulan satu kelompok ospek. Rencananya kelompok kami mau ngerjain semua penugasan ospek di rumah teman saya ini. Saya berpamitan sama teman-teman disana. Sedih memang. Saya baru mengenal mereka selama 2 hari menjalani masa-masa ospek. Dan banyak kenangan yang membekas selama penugasan ospek.

Setelah berpamitan dengan teman-teman saya langsung bergegas menuju kos dan balik kampung ke madura. Sesampai di rumah, keluarga saya bingung. Bingung mau naik apa dari sumenep menuju balikpapan.

“Naik pesawat lah” Ujar saya percaya diri. “Ada juga sih naik kapal kayaknya. Gak tau berapa hari. Tapi kalo lihat kapal orang kalimantan yang bersandar di laut dekat rumah, kayaknya dua hari perjalanannya.

“Terus tiketnya pesan kemana? Di Madura belum ada agen tiket kapal/pesawat.” Ayah saya nimbrung

“Telepon om aja yang di sidoarjo. Titip minta dibelikan tiket pesawat dulu.”

Akhirnya setelah menelpon om, dapat juga tiket Lion air harga 296 ribu untuk rute surabaya-balikpapan. Tapi tiket tersebut tidak segera diendorse karena om saya lupa bawa duit. Besoknya setelah nebus tiket, harganya naik jadi 375 ribu huhu. Nyesel titip tiket ke om.

Setelah menelpon om, saya mengontak disty. Anak dari madura yang sama-sama diterima di STAN balikpapan. Nomor rumahnya saya peroleh dari teman saya yang juga mengenal disty. Kita kebetulan beda SMA.

“Ayo Indra bareng saya ke balikpapan. Saya dapat tiket adam air 275 ribu”

“Apa?” Kaget saya kalo ada tiket pesawat yang lebih murah lagi.

“Aduh aku sudah pesan tiket lion air tapi dapat 375 ribu. Mahal pulak.

“Lho aq tadi tanya harga tiket lion air cuma 315 rb. Kok kamu bisa dapat mahal?

Puyeng saya.  Jangan-jangan om saya ambil keuntungan dari keluarga saya. Segera setelah berbincang dengan disty, saya langsung menelpon om saya untuk meminta penjelasan kenapa tiketnya jadi mahal.

Akhirnya saya mendapat penjelasan kalo harga tiket pesawat bisa berubah-ubah setiap detik, menit atau jam. Bisa berubah jadi mahal atau malah lebih murah. Tergantung keinginan maskapainya. Memesan tiket pesawat tuh untung-untungan. Cuma kalo pesan seminggu atau 2 minggu sebelum keberangkatan, harga tiket bisa dapat murah. Hm begitu rupanya. Akhirnya nambah juga pengalaman bagaimana dan kapan sebaiknya memesan tiket pesawat.

About these ads

Tentang Indra

Civil Servant and Independent Traveler
Galeri | Tulisan ini dipublikasikan di My Story dan tag , , , , , , , , , , , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s